Metafora dan Hiperbola dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata: Kajian Stilistika

Ambo Intang , Jufri Jufri

This study aims to describe the form and function of figurative language styles of metaphor and hyperbole in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata through a stylistic approach. The background of this study is the lack of research that specifically discusses the role of figurative language styles in a stylistic perspective. The research method uses qualitative descriptive with stylistic analysis techniques according to Leech & Short, including identification, classification, and interpretation of aesthetic functions and linguistic meanings. The results show that metaphors in this novel are used to build character traits, describe social struggles, and convey criticism in a subtle but sharp manner. Meanwhile, hyperbole is used to express emotional intensity, strengthen dramatic nuances, and highlight the passion and dreams of the main character. These two styles of language have significant stylistic functions in creating foregrounding effects, strengthening aesthetic power, and deepening moral and social messages in the narrative. These findings emphasize the importance of metaphor and hyperbole as stylistic strategies in enriching literary expression and shaping Andrea Hirata's writing style identity.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi gaya bahasa metafora dan hiperbola dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata melalui pendekatan stilistika. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya penelitian yang secara khusus membahas peran gaya bahasa figuratif dalam perspektif stilistika. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis stilistika menurut Leech & Short, meliputi identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi fungsi estetik serta makna kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora dalam novel ini digunakan untuk membangun karakter tokoh, menggambarkan perjuangan sosial, dan menyampaikan kritik secara halus namun tajam. Sementara itu, hiperbola digunakan untuk mengekspresikan intensitas emosi, memperkuat nuansa dramatik, dan menonjolkan semangat serta impian tokoh utama. Kedua gaya bahasa ini memiliki fungsi stilistik yang signifikan dalam menciptakan efek foregrounding, memperkuat daya estetika, serta memperdalam pesan moral dan sosial dalam narasi. Temuan ini menegaskan pentingnya metafora dan hiperbola sebagai strategi stilistika dalam memperkaya ekspresi sastra dan membentuk identitas gaya penulisan Andrea Hirata. 

Akbar, F., Arianti, I., & Kasuaran, T. (2024). Analisis Gaya Bahasa Tokoh Utama dalam Novel Hujan Karya Tere Liye. Jurnal Konsepsi, 12(4), 104–115.

Al, S. S. (2025). Gaya Bahasa Kiasan pada Novel Respati Karya Ragiel J.P (Kajian Stilistika). Jurnal Zeugma, 1(1), 60–72.

Andhini, A. D., & Arifin, Z. (2021). Gaya Bahasa Perbandingan dalam Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari: Kajian Stilistika dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 2(2), 44–57. https://doi.org/10.37304/enggang.v2i2.3882

Andriani, MS, N. H. Y., & Milianti. (2023). Analisis Gaya Bahasa Ditinjau dari Kajian Stilistika pada Kumpulan Lagu Karya Suparman Sopu. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(3), 162–170. https://doi.org/10.53769/deiktis.v3i3.531

Anisya, S. S., & Sudiatmi, T. (2024). Makna Majas Novel 5 CM Karya Donny Dhirgantoro. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 9(4), 922–929. https://doi.org/10.36709/bastra.v9i4.182

Aprila, T. M. (2022). Gaya Bahasa Hiperbola dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer. Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora, 1(1), 40–49. https://doi.org/10.56113/takuana.v1i1.22

Atminingsih, R. Y. (2008). Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Universitas Sebelas Maret.

Claridge, C. (2011). Hyperbole in English: A Corpus-based Study of Exaggeration. Cambridge University Press.

Ganiwati, W. S. (2020). Metafora dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (Analisis Stilitika). Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, 2(2), 111–120. https://doi.org/10.33751/jsalaka.v2i2.2539

Hindayani, N., Suciati, S., & Handayani, P. M. (2024). Gaya Bahasa pada Novel Garis Waktu Karya Fiersa Besari: Kajian Stilistika. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(2), 247–256. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i2.566

Isabillah, N., & Hikam, A. I. (2025). Analisis Gaya Bahasa dalam Novel Hujan Karya Tere Liye: Kajian Stilistika. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(3), 258–269. https://doi.org/10.61132/semantik.v3i3.1932

Keraf, G. (2009). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia.

Khotimah, H., Zuriyati, & Anwar, M. (2025). Kajian Stilistik dalam Novel Dilan: Dia adalah Dilanku Karya Fidi Baiq. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 363–380.

Lakoff, G., & Johnson, M. (2003). Metaphors We Live By. University of Chicago Press.

Leech, G., & Short, M. (2007). Style in Fiction: A Linguistic Introduction to English Fictional Prose. Pearson.

Lestari, W. F., Suryanto, E., & Wardani, N. E. (2025). Gaya Bahasa dalam Novel Komponis Kecil Karya Soesilo Toer: Kajian Stilistika. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 14(2), 229–247.

Murdiana, M., Hudiyono, Y., & Hanum, I. S. (2020). Gaya Bahasa dalam Kumpulan Cerpen Lelucon Para Koruptor Karya Agus Noor: Suatu Kajian Stilistika. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 4(2), 223–237.

Murtadoh, A., Kasnadi, & Astuti, C. W. (2023). Analisis Gaya Bahasa dalam Novel " Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai " Karya Boy Candra. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.58192/insdun.v3i4.2868

Pradopo, R. D. (2007). Stilistika: Kajian Puisi. Gadjah Mada University Press.

Ritchie, D. (2017). Metaphor. Cambridge University Press.

Simpson, P. (2014). Stylistics (2nd ed.). Routledge.

Sudjiman, P. (1993). Stilistika: Sebuah Pengantar. Pustaka Sinar Harapan.

Sutri, S. (2009). Dimensi Sosial dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata: Tinjauan Sosiologi Sastra. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Triningsih, A., & Marwan, I. (2024). Analisis Gaya Bahasa Hiperbola pada Album Lagu Surat Cinta Untuk Starla Karya Virgoun: Kajian Stilistika. Prosiding Seminar Sastra Budaya dan Bahasa (SEBAYA), 4, 50–68.

Zalfa, F. F., & Cumana, W. N. (2023). Analisis Penggunaan Majas pada Puisi “Nocturno Fragment” Karya Chairil Anwar: Kajian Stilistika. Jurnal Khatulistiwa (Pendidikan dan Pembelajaran), 12(1), 193–199. https://doi.org/10.26418/jppk.v12i1.61735

Subjek (en_US)

figurative language; hyperbole; metaphor; novel; stylistics

Bahasa

en

Halaman

415--425

Volume

7

Edisi

2

Tanggal Terbit

2025-08-29

Tanggal Submit

2025-08-01

Tanggal Diterbitkan

2025-09-03

Tanggal Modifikasi

2025-09-03

Jurnal

Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

URI Jurnal

https://jurnal.ppjb-sip.org/index.php/bahasa

Hak Cipta

Copyright (c) 2025 Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Jenis Artikel

Articles

ID (DOI)

10.26499/bahasa.v7i2.1540

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.