Proses Pembentukan Kata Menggunakan Prefiks dalam Bahasa Minangkabau

Zona Rida Rahayu

Abstract


The Minangkabau language is classified in the Malay-West Polynesia family in Sumatera, like Malay. Malay and Minangkabau have a close relationship with Indonesian, so that some vocabulary in Minangkabau is already used in Indonesian. Malay and Minangkabau languages are the forerunners of the Indonesian language which is used to this day. For this reason, research on the word formation process using prefixes needs to be carried out. This research aims to explain the process of word formation using prefixes in the Minangkabau language. This research method is descriptive qualitative, namely research that explains how to look at problems in more depth to provide an understanding of a research object or research participants. The research stages carried out were first, taking an inventory of data including prefixes in the Minangkabau language and second, classifying prefix data in the Minangkabau language. Third, discuss Minangakabu language prefixes based on the process of word formation, and fourth, formulate conclusions and suggestions. The results of the research are word formation in Minangkabau language based on prefixes. These prefixes are ba-, bar-, di-, ka-, maN-, pa-, paN-, par-, sa-, ta-, tar-, baka-, baku-, bapa-, bapar-, basi- , dipa, dipar-, mampa-, mampar-, mampasi-, tapa-, tapar-, and tasi-. In contrast to this research, Minangkabau language prefixes are divided into eight groups, namely ma-, ba-, pa-, ta-, di-, sa-, pi-, and ka-. Especially the prefixes ma-, ba-, pa-, di-, and ta- experience changes after meeting the base word. The change in the prefix is ma- which has changed to mang-, many-, mam-, man-, mampa, mampar- and mampasi-. The prefix ba- has changed to bar-, bapar-, basi-, baku-, bapa-, and basika-. The prefix pa- has changed to par-, pang-, pany-, pam-, and pan-. The prefix ta- has changed to tapa-, tar-, tapar-, and tasi-. The prefix di- changes include di-, dipar-, and dipa-. In word formation through the addition of prefixes, words also experience a change in word class. Word class changes occur in the noun, verb, numerals, and adjective word classes.

 

Abstrak

Bahasa Minangkabau digolongkan dalam rumpun Melayu-Polinesia Barat yang ada di Sumatera, seperti bahasa Melayu. Bahasa Melayu dan bahasa Minangkabau memiliki hubungan kedekatan dengan bahasa Indonesia, sehingga beberapa kosa-kata dalam bahasa Minangkabau sudah digunakan dalam bahasa Indonesia. Bahasa Melayu dan bahasa Minangkabau ini merupakan cikal bakal dari bahasa Indonesia yang digunakan sampai hari ini. Untuk itulah, penelitian tentang proses pembentukan kata menggunakan prefiks ini perlu dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah  menjelaskan bagimana proses pembentukan kata menggunakan prefiks dalam bahasa Minangkabau. Metode penelitian ini adalah deskripstif kualitatif yaitu penelitian yang menjelaskan tentang cara memandang permasalahan lebih mendalam untuk memberikan pemahaman tentang suatu objek penelitian atau partisipan penelitian. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah pertama, menginventarisasi data yang termasuk prefiks dalam bahasa Minangkabau. Kedua, mengklasifikasi data prefiks dalam bahasa Minangkabau. Ketiga, melakukan pembahasan tentang prefiks bahasa Minangakabau berdasarkan proses terbentuknya kata, dan. Keempat, merumuskan simpulan dan saran. Hasil penelitian adalah pembentukan kata dalam bahasa Minangkabau berdasarkan prefiks. Prefiks ini adalah ba-, bar-, di-, ka-, maN-, pa-, paN-, par-, sa-, ta-, tar-, baka-, baku-, bapa-, bapar-, basi-, dipa, dipar-, mampa-, mampar-, mampasi-, tapa-, tapar-, dan tasi-. Berbeda dengan penelitian kali ini bahwa prefiks bahasa Minangkabau terbagai menjadi delapan kelompok yaitu ma-, ba-, pa-, ta-, di-, sa-, pi-, dan ka-. Khusus pada prefik ma-, ba-, pa-, di-, dan ta- mengalami perubahan setelah bertemu dengan kata dasar. Perubahan prefiks tersebut adalah ma- mengalami perubahan menjadi mang-, many-, mam-, man-, mampa-, mampar- dan mampasi-. Prefis ba- mengalami perubahan menjadi bar-, bapar-, basi-, baku-, bapa-, dan basika-. Prefis pa-, mengalami perubahan menjadi, par-, pang-, pany-, pam-, dan pan-. Prefiks ta- mengalami perubahan menjadi tapa-, tar-, tapar-, dan tasi-. Prefiks di- perubahan terdiri dari di-, dipar-, dan dipa-. Dalam pembentukan kata melalui penambahan prefiks, kata juga mengalami perubahan kelas kata. Perubahan kelas kata terjadi pada kelas kata nomina, verba, numeralia, dan adjektiva.

 


Keywords


prefixes; Minangkabau Language; words

Full Text:

PDF

References


Alwi, H. (1993). Tata Bahasa Baku Indonesia. Balai Pustaka.

Angelita, T., Oktaviana, M., & Ginanjar, B. (2022). Proses Morfologis Dalam Bahasa Minang Dialek Simpang Empat Di Pasaman Barat. Hasta Wiyata, 5(2), 29–34. https://doi.org/10.21776/ub.hastawiyata.2022.005.02.04

Anton M. Moeliono, D. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Balai Pustaka.

Arsal Abra, Januar Muin, dan A. (2004). Bahasa Minang Populer (Minang Taseba). PT. Rumpun Dian Nugraha.

Be Kim Hoa Nio, Zainuddin HRL, Yusran Khatib, Zaini, H Yusna Yusuf, dan A. S. (1979). Morfologi dan Sintaksis Bahasa Minangkabau. In History: Vol. I (Issue 1636). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Bungin, B. (2010). Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Fajar Interpratama Offset.

Chaer, A. (2008). Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2008). Educational Research, Planning, Conductiong, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Pearson Merril Prentice Hall.

Emzir. (2010). Metode Penelitian Kualitatif Analisis Data. Rajawali Press.

Hidayat, T. (2004). Analisis Frasa Nomina Tiga Unsur atau Lebih pada Novel Let Me Call You Sweetheart Karya Mary Higgins Clark.

Hutri, K., Deliana, D., & Nasution, K. (2020). Bentuk dan Makna Reduplikasi Adjektiva dalam Bahasa Minangkabau Dialek Sungayang Di Kab.Tanah Datar. Humanika, 27(2), 95–104. https://doi.org/10.14710/humanika.v27i2.33074

Kridalaksana, H. (2001). Kamus Linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

L.R. Gay, Geoffrey E. Mills, dan P. A. (2009). Edecational Research Competencies forAnalysis and Applications. Pearson Upper Saddle River.

Moussay, G. (1998). Tata Bahasa Minangkabau (XIII). Populer Gramedia.

Navis, A. A. (1986). Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. PT. Pustaka Grafitipers.

Ramlan, M. (2012). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. CV. Karyono.

Rahmat, W., Putri, Y. Z., & Firdaus, W. (2021). Konsep Performance Bahasa Minangkabau dalam Novel. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(1), 170-181.

Rizal, Y., & Rosa, R. N. (2013). The Grammatical Meaning Of Prefix Basi- In Minangkabau Language Spoken In Batipuh Selatan. English Language and Literature E-Journal ISSN 2302-3546, 1(September), 89. http://www.nber.org/papers/w16019

Sari, I. K., & , Zona Rida Rahayu, R. W. B. (2023). Makna Kiasan dalam Rangkaian Tradisi Manggodok Nagari Kubang Nan Duo Kecamatan Payuang Sekaki Kabupaten Solok (Kajian Semantik). JELISA (Jurnal Edukasi Dan Literasi Bahasa), 4(1), 168–182.




DOI: https://doi.org/10.26499/bahasa.v5i2.665

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is indexed by:

 

Creative Commons License

Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

@2019

Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya (PPJBSIP)

Apartemen Suite Metro
Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Kelurahan Jatisari - Kecamatan Buahbatu Bandung, Jawa Barat 40286

 
 
Statistik Pengunjung Jurnal Bahasa