The Phatic Category in Toraja Dialect Kendek on Buying and Selling Transactions in Ge'tengan Market

Milka Milka, Berthin Simega, Elisabet Mangera

Abstract


This study aims to describe (1) the form of phatic categories of the Toraja language in the Mengkendek dialect, (2) to describe the functions of the phatic categories of the Mengkendek dialect in buying and selling transactions at the Ge'tengan market. This research uses a qualitative descriptive research type. The techniques used in data collection are note-taking and recording techniques. The data in this study are the utterances of the Toraja people. The data source in this study is the Toraja people who use the Mengkendek dialect in buying and selling transactions at the Ge'tengan market. The benefits of this research can be used as teaching material in local content subjects at the elementary school level and can be used as an alternative material in the use of Toraja language for the Toraja people. In this study using a hermeneutic approach. The hermeneutic approach is used to complete the data found in the field. The tool in this research is the researcher himself. Data analysis techniques were carried out by (1) transcribing the recorded and observed data, (2) identifying data in the form of phatic categories found in buying and selling transactions at the Ge'tengan market, (3) grouping recorded data based on phatic category forms, (4) violation of the form of phatic categories used by the Toraja people in carrying out buying and selling transactions at the Ge'tengan market, (5) conclusion. The results of the study include the form of phatic categories including (a) particles in the form of le, oh, (b) words in the form of iyo, mi, na, (c) phrases in the form of kurre sumanga, ta lendu' opa, maballo liu, lendu maballona, phatic function includes (a) starting communication between sellers and buyers (b) starting conversations between sellers and buyers, (c) stopping communication, and (d) arranging communication.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk kategori fatis bahasa Toraja dialek Mengkendek, (2) mendeskripsikan fungsi kategori fatis dialek Mengkendek dalam transaksi jual beli di pasar Ge’tengan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik catat dan rekaman. Data dalam penelitian ini berupa tuturan masyarakat Toraja. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Toraja yang menggunakan dialek Mengkendek dalam transaksi jual beli di pasar Ge’tengan. Manfaat penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam mata pelajaran muatan lokal di tingkat sekolah dasar dan dapat dijadikan sebagai bahan alternatif dalam penggunaan bahasa Toraja bagi masyarakat Toraja. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika. Pendekatan hermeneutika digunakan untuk menafsirkan data yang ditemukan di lapangan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dilakukan dengan (1) mentranskripsi  data hasil rekaman  dan simakan, (2) mengidentifikasi data berupa kategori fatis yang ditemukan dalam transaksi jual-beli di pasar Ge’tengan, (3) mengelompokkan data hasil rekaman berdasarkan bentuk kategori fatis, (4) menafsirkan bentuk kategori fatis yang digunakan masyarakat Toraja dalam melaksanakan transaksi jual beli di pasar Ge’tengan,  (5) penyimpulan. Hasil penelitian  meliputi bentuk kategori phatic meliputi (a) partikel berupa le, oh,  (b) kata berupa iyo, mi, na, (c) frasa berupa kurre sumanga, ta lendu' opa, maballo liu, lendu maballona,  Fungsi fatis meliputi (a) memulai komunikasi antara penjual-pembeli (b) memulai pembicaraan antara penjual-pembeli, (c) menghentikan komunikasi, dan (d) merangkai komunikasi


Keywords


phatic category; mengkendek dialect; toraja language

Full Text:

PDF

References


Asmara, R. (2015). Basa-basi dalam Percakapan Kolokial Berbahasa Jawa sebagai Penanda Karakter Santun Berbahasa. Jurnal Transformatika (11), (2), 80-95. Diakses dari http: https://jurnal.untidar.ac.id/index.php/transformatika/article/view/215

Aull, B. (2019). A study of phatic emoji use in WhatsApp communication. Internet Pragmatics, 2(2), 206-232.

Chatting, D. et all. (2015). Designing for Family Phatic Communication: A Design Critique Approach. https://dl.acm.org/doi/abs/10.1145/2783446.2783566

Dewi, N.M.A.A & Sulastri, N.L.P.A. (2018). Penggunaan Ungkapan Basa-basi dalam Bahasa Jepang. Jurnal Pustaka (18), (1) 30-37. Diakses dari http: http://download.garuda.kemdikbud.go.id/-article.php?article=1722980&val=18606&title=Penggunaan%20Ungkapan%20Basa%20Basi%20dalam%20Bahasa%20Jepang

Fajara, M. & Sulistywati, H. (2022). Social Relations Reflected in the Use of Phatic Communication Viewed from Critical Classroom Discourse Analysis, New Language Dimensions, (3), (1), 1-10. Diakses dari https://journal.unesa.ac.id/index.php/nld/index

Fitriani, Y., Rahayu, N., & Wulandari, C. (2017). Bahasa Pedagang Ikan di Pasar Panorama Bengkulu (Kajian Sosiolinguistik). Jurnal Ilmiah Korpus, (1), (1), 118-131. Diakses dari https://ejournal.unib.ac.id/korpus-/article/view/3287

Hasnah Faizah AR. (2012) Kategori Fatis dalam Bahasa Melayu Riau Dialek Kuok. Litera: Jurnal Penelitian, bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. ((11), (1), 60-71 Diakses dari https://journal.uny.ac.id/index.php-/litera/article/view/1147

Leech, G. (1993). Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Kridalaksana, H. (2005). Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nizomiddinovna, K.N. (2021). Compliment as One of The Form of Phatic Communication. Middle European Scientific Buletin. Vol. 10. https://ijpsat.org/index.php/ijpsat/article/view/2802

Solihah, A., Rasyid, Y., Attas, S. G., & Firdaus, W. (2021). Vocabulary Knowledge Students of Indonesian Language Text Books. Ilkogretim Online, 20(1).

Yayuk, R. (2014). Tindak Tutur dalam Basa-basi Banjar. Jurnal Multilingual (13), (1) 1-9. Diakses dari https://onesearch.id/Record/IOS7086.article-65

Sagarih, R.B., Badeni, & Hadiwinarto (2021), Implementation of Phatic Communication on Learning the Digital Era at SMA IT IQRA' Kota Bengkulu. Proceeding of 1 st Corolla International Conference, 177-182.Diakses dari https://conference.yayasancec.or.id/cfc/index.php/intc/article/view/15

Thamrin, Temmy, and Maulid Hariri Gani. (2020). Cultural Value in Phatic Communication of Minangkabau Society. Jurnal Kata: Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra, (4), (2), 155-166. Diakses dari https://ejournal.lldikti10.id/index.php/kata/issue/view/147/showToc

Vanyan, A. (2017). Phatic Communication and its Pragmatic Functions. Foreign Languages in Higher Education, 21(1 (22)), 74-80. Diakses dari https://journals.ysu.am/index.php/foreign-lang/article/view/vol21_no1_2017_pp074_080

Zegarac, V. & Clark, B. (1999). Phatic Interpretasions and Phatic Communications, Jurnal of Linguistic, 321-346 Diakses dari https://www.cambridge.org/core/journals/journal-of-linguistics/article/abs/phatic-interpretations-and-phatic-communication

Zufe, F.O. & Ananda, R. (2020), Strategi Bertutur Media Online Indonesia. Prosiding Sembadra Universitas Sriwijaya, (2), (1), 79-83. Diakses dari https://conference.unsri.ac.id/index.php/-sembadra/article/view/1662




DOI: https://doi.org/10.26499/bahasa.v5i2.728

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is indexed by:

 

Creative Commons License

Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

@2019

Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya (PPJBSIP)

Apartemen Suite Metro
Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Kelurahan Jatisari - Kecamatan Buahbatu Bandung, Jawa Barat 40286

 
 
View My Stats