Relasi Ekospiritualisme Tradisi Ruwat Rambut Gimbal di Dieng
Abstract
This study aims to examine in depth the practice of ruwat rambut gimbal (hair cutting ritual) as a form of dialectical and equal relationship between material, spiritual, and ecological entities. This study uses a descriptive qualitative method with a field design related to oral and written texts of the ruwat rambut gimbal tradition. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing with a hermeneutic approach to understand the symbolic meaning of texts and cultural actions. The results show that in the tradition of ruwat rambut gimbal, with a post-humanism and new animism approach, there are three harmonious relationships. The first relationship is material, involving dreadlocks, offerings, and children's requests. The second relationship is spiritual, involving belief in ancestral spirits and the use of Javanese songs and Islamic prayers as a medium of communication. The third relationship is ecological, involving the preservation of water sources, land, the sacred area of Dieng, and the management of agricultural products. These three relationships are interrelated in presenting the practice of gimbal hair, which shows the existence of a communication network between humans and non-human entities. The implications of this research enrich the understanding of cultural sustainability while strengthening ecological and spiritual awareness to maintain harmony between humans, nature, and ancestors, especially in the Dieng Plateau.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam praktik ruwat rambut gimbal sebagai wujud relasi dialektik dan setara antara entitas material, spiritual, dan ekologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain lapangan yang berkaitan teks-teks lisan dan tertulis tradisi ruwat rambut gimbal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan hermeneutik untuk memahami makna simbolik dari teks maupun tindakan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwat rambut gimbal pendekatan posthumanisme dan animisme baru, memiliki tiga relasi yang saling terhubung. Relasi pertama berupa material rambut gimbal, sesaji, dan benda permintaan anak. Relasi kedua berupa spiritual terhadap kepercayaan roh leluhur maupun penggunaan tembang Jawa dan doa Islam sebagai media komunikasi. Relasi ketiga berupa ekologis dalam menjaga sumber air, tanah, kawasan suci Dieng, serta pengelolaan hasil bumi. Ketiga relasi tersebut saling menguatkan dan mempresentasikan jaringan komunikasi antara manusia dengan entitas nonmanusia. Implikasi penelitian ini memperkaya pemahaman keberlanjutan budaya sekaligus memperkuat kesadaran ekologis dan spiritual untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, maupun leluhur khususnya di Dataran Tinggi Dieng.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aida, N. N., Ruja, I. N., & Kurniawan, B. (2024). Slamatan Andhong De Berran Resistensi Kebudayaan Masyarakat dalam Pelestarian Sumber Mata Air Andhong di Desa Oro- Oro Ombo, Kecamatan Batu Kota. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 3(12), 1396–1412. https://doi.org/10.17977/um063v3i12p1396-1412
Al Maida, K., & Suryaman, M. (2023). Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal Di Dieng: Sebuah Kajian Semiotika Roland Barthes. Jurnal Semiotika, 17(1), 41–53. http://journal.ubm.ac.id/
Alif, N., Islam, U., Sunan, N., Surabaya, A., Mafthukhatul, L., Ahmala, M., Kalijaga, S., Jawa, B., & Islam, B. (2020). Akulturasi Budaya Jawa dan Islam Melalui Dakwah Sunan Kalijaga. Al-’Adalah, 23(2), 143–159.
Amanda, E., & Saefudin, A. (2024). Ruwatan Rambut Gimbal: Simbol Keharmonisan Antara Manusia dan Alam di Dieng Wonosobo. Jurnal Budaya Nusantara, 7(1), 36–42. https://doi.org/10.36456/jbn.vol7.no1.9675
Anderson, B. R. O. (2018). Language and Power: Exploring Political Cultures in Indonesia. Cornell University Press. https://doi.org/10.7591/9781501720604
Aryanto, A. (2021). Bentuk , Fungsi , dan Makna Kidung Rumekso Ing Wengi: Kajian Hermeneutik. Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture, 3(1), 42–48.
Braidotti, R. (2013). The Posthuman. Polity Press.
Chairuddin, Nuraini, C., Setiana, D., Zulida, E., Wibowo, G. A., & Rahmiati. (2025). Posthuman Hybridity in Leila S. Chudori’s Laut Bercerita: A Study of Digital, Ecological, and Spectral Agency. Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya Dan Pendidikan, 12(1), 140–151.
Chrisanti, S. I. (2021). Persepsi Masyarakat Dieng erhadap Ruwatan Rambut Gimbal: Sebuah Tinjauan Literatur. Jurnal Komunikasi Dan Media, 1(2), 147–155. https://doi.org/10.24167/jkm.v1i2.3240
Fadilah, S. I., Sriyati, S., & Irawan, T. M. I. A. (2023). Kajian Dieng Culture Festival sebagai Implementasi Etnopedagogi Materi Biologi pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi , 9(4), 80–94. https://online-journal.unja.ac.id/biodik
Fauni, R. N., & Sukmayadi, T. (2022). Values of Local Wisdom Contained in the Dieng Culture Festival (DCF) in Banjarnegara to Build National Character. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(2), 106–119. https://doi.org/10.23917/sosial.v3i2.1012
Harriyadi, H. (2020). Pertimbangan Pemilihan Lokasi Kompleks Candi Dieng. Amerta, 37(2), 123–138. https://doi.org/10.24832/amt.v37i2.123-138
Hidayatullah, W. (2020). Pola Komunikasi ada Acara Ritual Ruwatan Potong Rambut Gembel i Dieng Wonosobo. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 9(2), 123–126. https://doi.org/10.33366/jisip.v9i2.2229
Inayah, A. U., Safitri, A., Rusliawan, S., & Saajidah, N. (2025). Makna Simbolik dan Fungsi Sosial Upacara Adat Dayak Losarang dalam Konteks Sosial Budaya Masyarakat Indramayu. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 2493–2504.
Kaltsum, L. U., & Tsauri, M. N. (2022). Kepercayaan Animisme dan Dinamisme dalam Masyarakat Muslim Nusa Tenggara Timur. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 24(1), 15–34. https://doi.org/10.55981/jmb.1281
Khasanah, I. L., Sari, T. Y., Ningtyas, D. N., & Lestari, D. I. (2021). Identitas Warga Asli Dieng dengan Keunikan Ruwatan Rambut Gimbal. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v1i1.1587
Khawismaya, H. P., Qotrunnida, Dei, K. I., Setyowati, L., Wijayati, P. A., & Wijanarko, N. B. (2024). Merawat Tradisi i Tengah Modernisasi: Desa Tenganan Pegringsingan-Bali. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO, 9(2), 71–77. https://doi.org/10.36709/jpps.v9i2.189
Moa, A., Ara, A., & Firmanto, F. H. (2023). Pembentukan Ruang Sakral Bagi ang Kudus Pada Gua Maria dalam Perspektif Sosiologi Agama. Logos, 200–217. https://doi.org/10.54367/logos.v20i2.2999
Ni’mah, A. M. B., Jumini, S., & Fatimah, A. Z. (2022). Analisis Karakter Toleransi dalam Pembelajaran Suhu dan Kalor Berbasis Budaya Lokal Ruwatan Rambut Gimbal. Jurnal Kreatif Online, 9(4), 173–182.
Nisa. (2020). Islam Dan Akulturasi Budaya Lokal Di Wonosobo (Studi Terhadap Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di Desa Batur, Dieng, Wonosobo). Jurnal LENTERA: Kajian Keagamaan, Keilmuan, Dan Teknologi, 15(2), 49.
Nisa, N. K., & Sukmawan, S. (2025). Pentas Wayang Topeng Tengger Sebagai Refleksi Nilai-Nilai Sosial Masyarakat Tengger. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 223–232.
Novyana, A. klara, Munawaroh, H., & Sakir, M. (2024). Pengenalan Nilai-Nilai Local Wisdom dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Melalui Ruwatan Rambut Gimbal di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Sumberwulan Selomerto Wonosobo. Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 3(2), 156–162.
Nuraeni, S., Agustin, F., Widana, K., & Januar, H. (2025). Conservation Through Eco-Spirituality : A Philosophical Approach to the Residential Patterns and Traditional Architecture of the Kampung Adat Kuta. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(1), 38–57.
Nurcahyati, U. N., Badriah, L., Rahmadini, F. Y., & Arifin, F. P. (2024). Peran Media Sosial dalam Mempromosikan Budaya Lokal. ICCL (International Conference on Cultures & Languages), Iccl, 350–359.
Putri, H. J., & Murhayati, S. (2022). Metode Pengumpulan Data Kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusa, 9(01), 1–6. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/27063/18482
Rahmawati, S. A. A., & Andalas, E. (2023). Asal Usul Upacara Yadnya Kasada sebagai Dasar Kehidupan Kebudayaan Masyarakat Tengger Probolinggo. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(1), 110. https://doi.org/10.30651/lf.v7i1.9702
Rizqi, C. R., & Muchtar, N. E. P. (2023). Akulturasi dan Budaya Walisanga dalam Mengislamkan Tanah Jawa. Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 07(02), 193–201.
Rohmah, N. B., Zamzami, R., & Intan, N. Y. (2022). Seni sebagai Perantara Media Doa dalam Menghadapi Akulturasi Budaya Jawa dengan Agama Islam di Desa Plandirejo. RISALAH: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 8(2), 535–547. https://doi.org/10.31943/jurnalrisalah.v8i2.284
Sentana, G. D. D., & Artayasa, I. W. (2022). Pelestarian Sumber Mata Air melalui Tradisi Ngingsah di Desa Adat Mundeh. Bali-Dwipantara Waskita (Seminar Nasional Republik Seni Nusantara, 2, 420–428.
Septia, R. (2024). Ritual Sesajen pada Pelaksaan Upacara Pernikahan Adat Jawa. TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora, 2(2), 56–63. https://doi.org/10.70115/tamaddun.v2i2.185
Sudarto, Warto, Sariyatun, & Musadad, A. A. (2024). Cultural-Religious Ecology Masyarakat Pesisir Cilacap. Danadyaksa Historica, 4(2), 9. https://doi.org/10.32502/jdh.v4i2.8993
Sugiarti, & Fitriani, H. (2021). Analisis Unsur Semiotik Sesajen pada Upacara Ruwatan Anak Kendhana-Kendhini Adat Suku Jawa. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 13(1), 46–50. https://doi.org/10.30599/jti.v13i1.726
Sukmawan, S., & Alifah, N. (2024). Harmonisasi Manusia dengan Alam dan Ekologi: Kajian atas Budaya Tamping di Masyarakat Tengger. Jurnal Kawistara: The Journal of Social Sciences and Humanities, 14(2), 186. https://doi.org/10.22146/kawistara.89093
Susanti, A. & S. (2025). Ekranisasi Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari sebagai Sarana Penyampaian Nilai Moral: Tinjauan Aksiologi. Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 352–367.
Tasya, I., Raihan, M., Luren, L., & Sapitri, W. (2023). Analisis Pengaruh Arus Globalisasi Terhadap Budaya Lokal ( Indonesia ). Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 3(2), 40–47.
Umaya, R., & Setyobudi, I. (2019). Ritual Numbal dalam Upacara Ruwatan Bumi di Kampung Banceuy-Subang (Kajian Liminalitas). Jurnal Budaya Etnika, 3(1), 41–60.
Wahyuni, R. R. T., Kusdiwanggo, S., & Yusran, Y. A. (2024). Eksistensi Jaladwara dalam Membentuk Ruang Sakral pada Situs Patirtan Peninggalan Kerajaan Singasari. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 8, 103–123.
Yuniati, K. M., Andriyani, A., & Wijayanti, K. D. (2024). Tradisi Tedhak Siten sebagai Kearifan Lokal Budaya Jawa dalam Perspektif Masyarakat Desa Dondong. Jurnal IKADBUDI, 13(1), 1–20. https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1.58900
Zacharias, A. (2025). Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 8(1), 156–176. https://doi.org/10.34081/fidei.v8i1.590
Zaidi, I., Nurjaya, N., & Muzadi, M. M. (2020). Eksistensi Ruwatan Rambut Gimbal di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 6(1), 123–130. https://doi.org/10.24114/antro.v6i1.17244
DOI: https://doi.org/10.26499/bahasa.v7i3.1610
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Apartemen Suite Metro
Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Kelurahan Jatisari - Kecamatan Buahbatu Bandung, Jawa Barat 40286
























