Tema, Fungsi, dan Nilai dalam Cerita Rakyat “Asal Usul Desa Selakambangâ€
Abstract
Abstract
This research is a qualitative descriptive study that aims to describe and explain the themes, functions, and values of the folklore of Selakambang Village. Data and information are collected through informants and documents. Data were collected through observation, interviews, recordings, and document analysis. The research sample was determined by the snowball sampling technique. Data validation is done by data triangulation. The result of this research is the theme of the folklore entitled The Origin of Selakambang Village is Patriotism and Leadership. While the function of folklore consists of four things, namely the aesthetic function, pragmatic function, ethical function, and historical function. Based on the analysis of the values contained in the folklore of Selakambang Village, it can be concluded that in the folklore there are four values, namely: cultural, religious, moral, and historical. This research has implications for the value of education and moral values in it which are devoted to readers, especially the younger generation so that they can apply them in everyday life. Another implication is the preservation of the folklore of Selakambang village both in writing and orally.
Â
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tema, fungsi serta nilai dari cerita rakyat Desa Selakambang. Data dan informasi dikumpulkan melalui informan dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, rekaman, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik snowball sampling. Validasi data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah tema cerita rakyat yang berjudul Asal Usul Desa Selakambang adalah Patriotisme dan Kepemimpinan. Sedangkan fungsi cerita rakyat terdiri atas empat hal yaitu fungsi estetis, fungsi pragmatis, fungsi etis dan fungsi historis. Berdasarkan analisis tentang nilai yang terdapat dalam cerita rakyat Desa Selakambang dapat disimpulkan bahwa dalam cerita rakyat ditemukan empat nilai, yaitu: budaya, religius, moral, dan sejarah. Penelitian ini berimplikasi pada nilai pendidikan dan nilai-nilai moral di dalamnya yang dikhususkan untuk pembaca khususnya generasi muda agar dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi lainnya yaitu lestarinya cerita rakyat desa Selakambang baik secara tertulis maupun lisan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amalia, W. P., Sumarwati, & Setiawan, B. (2018). Pemanfaatan Nilai Peduli Sosial Cerita Rakyat di Kabupaten Purbalingga Sebagai Pengembangan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. BASASTRA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6 (2), 203-2012.
Asriani, Azmi, N., Darmawati, & Junaidi. (2021). Kajian Struktur dan Fungsi Legenda Sumur Tujuh di Kabupaten Aceh Besar. Serambi Akademika, 9(11), 2101–2108.
Danandjaya, J. (1984). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti Press.
Djamaris, E. (1990). Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik (Sastra Indonesia Lama) . Jakarta: Balai Pustaka.
Fatmawati, A. (2015). Tradisi Lisan Besesombau Melayu Tapung (Fungsi, Keterkaitan dengan Perilaku Masyarakat, dan Program Revitalisasi). (Rangkuman Disertasi). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Gusnetti, S., & Isnanda, R. (2015). Struktur dan Nilai-nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Gramatika : Jurnal Penelitian Bahasa Indonesia, 1 (2), 183-192.
Hidayatullah, A., Su'ad, & Kanzunuddin, M. (2020). Analisis Struktur Fungsi dan Nilai pada Folklor Nawangsih Untuk Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar. KREDO, 4 (1), 148-167.
Hijiriah, S. (2017). Kajian struktur, fungsi, dan nilai moral cerita rakyat sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra. Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan …, 3(1), 1–125
Nurgiantoro, B. (2000). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Prees.
Nurjannah, N., Radhiah, R., & Trisfayani, T. (2021). Analisis Nilai Patriotisme Novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman Karya Ayi Jufridar. Jurnal Metamorfosa, 9(2), 188–206.
Ratna N. Kutha. (2010). Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sari, E. E., Andayani, & Setiawan, B. (2018). Struktur Cerita dan Nilai Pendidikan Cerita Rakyat di Kabupaten Kebumen Sebagai Materi Ajar Sastra di Sekolah Menengah Pertama. BASASTRA, 6 (1), 83-93.
Semi, M. Aa. (2012). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
Semi, M. Ab. (1993). Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.
Teeuw. (2003). Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wahyuningtyas, S., & Santosa, W.H. (2011). Sastra: Teori dan Implementasi. Surakarta: Yuma Pustaka.
Waluyo, H. J. (1990). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
DOI: https://doi.org/10.51817/jgi.v2i1.245
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Jurnal Guru Indonesia
View My Stats



.png)
