Struktur dan Nilai Cerita Rakyat Dukuh Tuksongo

Setiyawan Mustakul, Mohammad Kanzunuddin

Abstract


This study aims to describe the structure of the folklore of Dukuh Tuksongo in Geneng Village, Batealit District, Jepara Regency, East Java Province. The method used in this study is a descriptive qualitative method with an ethnographic method approach. This research was conducted from 5 to 12 December 2022. Data were obtained in this study using observation, recording, interview, and documentation techniques. The data validation used is data triangulation, namely data sources, methods, and theories. The results of this study are that there are values contained in the folklore of Dukuh Tuksongo in Geneng Village, Batealit District, Jepara Regency, namely, social or community values, and moral values. This research implies that the folklore of Dukuh Tuksono can be used as a source of reading, especially for children so that existing values can be embedded and implemented in everyday life.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendiskripsikan struktur cerita rakyat Dukuh Tuksongo di Desa Geneng Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode etnografi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 sampai dengan 12 Desember 2022. Data diperoleh dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik observasi, rekaman, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data yang digunakan adalah triangulasi data yaitu sumber data, metode dan teori. Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat Dukuh Tuksongo di Desa Geneng Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara yaitu, nilai sosial atau kemasyarakatan, serta nilai moral. Implikasi dari penelitian ini yaitu cerita rakyat Dukuh Tuksono ini dapat dijadikan sumber bacaan khususnya anak-anak sehingga nilai-nilai yang ada dapat tertanam dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Keywords


folklore; structure; values

Full Text:

PDF

References


Amral, S., & Azlin, N. (2021). Amanat Pada Kumpulan Cerita Rakyat Kerinci Sakunung-Sakunung Ninau di Desa Pulau Tengah Kabupaten Kerinci. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 213–222. DOI: https://doi.org/10.33087/aksara.v4i2.202

Andari, N. (2016). Struktur Naratif Ala Maranda Dalam Legenda Upacara Kasada Suku Tengger. Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan, 7(2), 40–52.

Anisatun, H., Su’ad, & Kanzunnudin, M. (2020). Analisis struktur, fungsi, dan nilai pada folklor nawangsih untuk pendidikan karakter siswa sekolah dasar. KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 4(1), 148–167.

Annisa, Simanjuntak, E., & Sihombing, F. (2022). Analisis Struktur dan Nilai Moral Cerita Rakyat Batu Marsiompaan Samosir. Jurnal Basataka (JBT), 5(1), 42–49.

Badara, A., & Dinar, S. S. (2020). Sastra Lisan. Mosehe, Moanggo, Kinoho, dan Nyanyian Rakyat. Universitas Halu Oleo Press.

de Bruijn, A. (2019). From Representation to Participation: Rethinking the Intercultural Educational Approach to Folktales. Children’s Literature in Education, 50(3), 315–332. DOI: https://doi.org/10.1007/s10583-017-9330-x

Fakhrurozi, J., Pasha, D., Jupriyadi, J., & Anggrenia, I. (2021). Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital di Kabupaten Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 27–36. DOI: https://doi.org/10.33365/jsstcs.v2i1.1068

Febriadiana, N. M., D., Puspawati, L. P., & Putra, I. B. R. (2018). Teks Satua Betara Watugunung Dalam Cerita Rakyat Daerah Bali : Analisis Struktur dan Fungsi. 22(2), 342–353. DOI: https://doi.org/10.24843/JH.2018.v22.i02.p10

Fitriani, Y., & Utami, P. I. (2023). Analisis Struktur dan Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Sumatera Selatan. Journal on Education, 05(03), 8788–8798.

Indiarti, W. (2017). Nilai-Nilai Pembentuk Karakter Dalam Cerita Rakyat Asal-Usul Watu Dodol. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 6(1), 26–36. DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v6i1.334

Kanzunnudin, M. (2021). Nilai Sosial dalam Cerita Lisan “Mbah Suto Bodo” di Kabupaten Pati. Indonesian Language Education and Literature, 7(1), 152–166. DOI: https://doi.org/10.24235/ileal.v7i1.9033

Kurniawan, A. S., & Asman. (2019). Cerita Rakyat Sebagai Fragmentaris Sastra Anak dan Kesesuaiannya Dengan Perkembangan Anak. Seminar Nasional Bahasa dan Sastra, 3, 914–925.

Madeamin, S. (2021). Analisis Cerita Rakyat Toraja Massudilalong Sola Lebonna melalui Pendekatan Struktural. 7(2), 772–788.

Noviyanti, H. (2019). Kritik Sosial dalam Novel "Tak Sempurna" Karya Fahd Djibran Tinjauan Sosiologi Sastra. Inovasi Pendidikan, 6(1), 28–37.

Nurjadin, R. (2020). Analisis Wacana Cerita Rakyat Sumbawa: Kajian Struktural dan Nilai Edukatif. Basastra, 9(1), 47–69. DOI: https://doi.org/10.24114/bss.v9i1.17774

Purwantoro, E. (2017). Kajian Karakter Rupa Dongeng Sang Kancil Pada Media Komunikasi Visual. Widyakala Journal, 4(2), 86–98. DOI: https://doi.org/10.36262/widyakala.v4i2.61

Satori, D., & Komariah, A. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Wachidah, L. R., Suwignyo, H., & Widiati, N. (2017). Potensi Karakter Tokoh dalam Cerita Rakyat sebagai Bahan Bacaan Literasi Moral. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(7), 894–901.




DOI: https://doi.org/10.51817/jgi.v3i1.308

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Guru Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats